Ditanya Kapan Perang Lawan Iran Berakhir, Donald Trump Emosi: Jangan Desak Saya

6 hours ago 9

Beranda Internasional Ditanya Kapan Perang Lawan Iran Berakhir, Donald Trump Emosi: Jangan Desak Saya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Reddit.

RADARBEKASI.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjukkan sikap arogan dan defensif saat dicecar pertanyaan mengenai kapan konflik dengan Iran akan berakhir. Dalam sebuah acara di Gedung Putih pada Kamis (23/4/2026), Donald Trump bahkan membentak wartawan yang mencoba menggali kepastian timeline perdamaian.

Momen itu terjadi ketika jurnalis Jeff Mason dari Bloomberg News menanyakan berapa lama Trump bersedia menunggu respons terpadu dari Iran terkait upaya perundingan.

”Jangan desak saya, Jeff,” kata Trump dengan nada tinggi.

Dia kemudian menyinggung perang-perang besar yang pernah melibatkan Amerika Serikat. ”Orang-orang seperti kamu ingin bilang Oh, kita di Vietnam sampai 18 tahun. Kita di Irak bertahun-tahun,” kata Trump.

Dilansir via HuffPost, Trump juga membandingkan konflik saat ini dengan sejumlah perang besar dalam sejarah. Dia menyebut Perang Dunia II yang berlangsung hampir lima tahun, serta Perang Korea yang berjalan sekitar tujuh tahun.

BACA JUGA: Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz

”Saya sudah menjalani ini selama enam minggu, dan militer mereka sudah benar-benar kalah,” klaim Trump.

Dia juga meremehkan kekuatan Iran dengan menyebut negara tersebut kini hanya memiliki kapal-kapal kecil yang sok pintar.

Sebelumnya, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Teheran tanpa batas waktu. Dia menilai kepemimpinan Iran saat ini sedang terpecah secara serius, sehingga membuka peluang bagi tekanan diplomatik lebih lanjut. Meski begitu, Trump enggan memberikan kepastian kapan konflik benar-benar akan berakhir.

”Kita lihat saja nanti apa yang terjadi,” ujar Trump.

Dia juga menegaskan bahwa tidak ada tekanan berarti dari pihak lain, selain dari media. Tidak hanya itu, dalam sesi tanya jawab yang sama, Trump kembali melontarkan komentar keras kepada jurnalis.

Dia menyebut seorang reporter sebagai memalukan ketika ditanya soal durasi perang, dan melabeli wartawan lain sebagai sok pintar karena menyela pembicaraannya.

Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara Trump dan media, terutama dalam konteks peliputan konflik geopolitik yang sensitif seperti perang dengan Iran. (jpc)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |