Bukan Karena Perselingkuhan dan Harta, Tasya Farasya Ungkap Keretakan Rumah Tangga Setelah 14 Tahun Bersama

5 hours ago 14

Beranda Entertainment Bukan Karena Perselingkuhan dan Harta, Tasya Farasya Ungkap Keretakan Rumah Tangga Setelah 14 Tahun Bersama

Potret Influencer Tasya Farasya. FOTO: Dok. Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari beauty influencer ternama, Tasya Farasya. Setelah membangun biduk rumah tangga selama 14 tahun bersama Ahmad Assegaf, hubungan yang terlihat harmonis tersebut dinyatakan resmi berakhir.

Di tengah spekulasi netizen yang menduga faktor finansial hingga perselingkuhan sebagai pemicu, Tasya akhirnya buka suara untuk meluruskan asumsi publik.

Melalui bincang-bincang mendalam di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada Kamis (23/4/2026), Tasya membeberkan alasan sesungguhnya di balik keputusan berat tersebut.

Tasya menegaskan bahwa uang bukanlah variabel yang merusak hubungannya. Baginya, ada sesuatu yang jauh lebih mahal dan tidak bisa ditawar dalam sebuah pernikahan, yaitu kepercayaan.

“Fondasi nomor satu adalah kepercayaan, itu nggak bisa dibeli. Kayak kehilangan rasa kepercayaan sama orang yang paling aku percaya,” tegas Tasya.

Bagi Tasya, kepercayaan adalah napas dalam hubungan. Ketika elemen ini mulai terkikis, durasi hubungan selama 14 tahun, yang mencakup masa pacaran hingga pernikahan pun tidak mampu menjadi jaminan untuk tetap bertahan.

Perpisahan ini diakuinya terasa sangat berat mengingat sejarah panjang yang telah mereka lalui bersama.

Selain soal kepercayaan, Tasya menyoroti dua poin krusial yang sering kali menjadi “api dalam sekam” dalam rumah tangga, yang pertama kesibukan masing-masing membuat jarak emosional semakin lebar. Tasya menekankan bahwa waktu berkualitas sangatlah vital untuk menjaga kedekatan batin antar pasangan.

Baca Juga: Citra Kirana Gagal Program Bayi Tabung, Ikhlas Meski Belum Berhasil: Kita Hanya Bisa Berdoa

“Quality time itu penting banget dalam pernikahan,” ucapnya.

Kemudian Tasya mengakui bahwa sifat mandirinya yang dominan tanpa disadari memengaruhi dinamika hubungannya. Menurutnya, pernikahan membutuhkan keseimbangan peran agar keharmonisan tetap terjaga.

Meskipun harus berpisah, Tasya tidak menaruh dendam. Ia tetap memuji mantan suaminya sebagai sosok pribadi yang baik. Namun, ia menyadari bahwa dalam pernikahan, “menjadi orang baik saja tidak cukup.” Dibutuhkan sinergi dan keselarasan visi di banyak aspek lainnya.

Kini, Tasya memilih untuk berdamai dengan kenyataan. Fokus utamanya saat ini adalah memastikan kesejahteraan mental anak-anaknya. Ia dan Ahmad telah bersepakat untuk tetap menjalin hubungan baik sebagai orang tua.

Perpisahan status suami-istri tidak mengakhiri tanggung jawab mereka sebagai orang tua. Tasya ingin anak-anaknya tetap tumbuh dalam limpahan kasih sayang meski orang tuanya tidak lagi bersama.

Pengalaman pahit ini menjadi titik refleksi yang mendalam bagi Tasya. Ia kini lebih berhati-hati dalam menata kehidupan pribadinya dan memilih untuk tetap bersyukur atas segala fase yang telah dilalui.

Bagi Tasya, setiap babak kehidupan, sepahit apa pun itu selalu membawa pelajaran berharga untuk masa depan yang lebih baik. (mna)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |