600 Pasien Operasi Bibir Sumbing

9 hours ago 17

HANGAT: Miss Cosmo 2025, Yolina Lindquist (kanan) bersama runner-up Chelsea Fernandez (kiri) berinteraksi dengan pasien anak saat kunjungan kemanusiaan di RS Hermina Galaxy, Bekasi, Kamis (23/4).

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kabar baik bagi warga Bekasi dan sekitarnya. Anak-anak dengan kondisi celah bibir dan langit-langit kini dapat memperoleh pengobatan tanpa biaya melalui kolaborasi antara Smile Train Indonesia dan RS Hermina Galaxy.

Program ini menghadirkan layanan operasi sumbing gratis yang tidak hanya berfokus pada tindakan bedah, tetapi juga mencakup perawatan menyeluruh bagi pasien.

Mulai dari pemeriksaan awal, pemenuhan nutrisi sebelum operasi, hingga penanganan pascaoperasi seperti terapi wicara dan perawatan gigi, seluruhnya diberikan tanpa dipungut biaya.

Kolaborasi ini telah berjalan sejak 2014 dan berhasil membantu hampir 700 pasien sumbing di wilayah Kota Bekasi. Kehadiran program ini menjadi solusi bagi keluarga yang selama ini terkendala biaya untuk mendapatkan penanganan medis yang layak.

Country Manager Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, menegaskan bahwa program ini terus berjalan sepanjang tahun dan terbuka bagi masyarakat.

“Sampai saat ini sudah lebih dari 600 pasien hanya di RS Hermina Galaxy yang telah dibantu melalui program operasi bibir sumbing gratis, dan ini akan terus berkelanjutan sepanjang tahun. Kami juga memiliki dokter spesialis bedah plastik di rumah sakit ini yang siap menangani pasien-pasien yang datang,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkonsultasi, terutama bagi orang tua yang memiliki anak dengan kondisi sumbing.

“Kami berharap dukungan media untuk menyampaikan bahwa ini adalah program sosial sepanjang tahun. Kapan saja masyarakat bisa datang untuk berkonsultasi terkait penanganan anak dengan sumbing, sehingga bayi bisa mendapatkan penanganan di waktu yang tepat dan memperoleh senyuman sesuai tahapan perawatan,” tambahnya.

Deasy menjelaskan, operasi bibir sumbing umumnya dapat dilakukan saat bayi berusia minimal tiga bulan, kemudian dilanjutkan operasi langit-langit pada usia sekitar satu tahun. Sementara itu, pasien dewasa juga tetap dapat menjalani tindakan perbaikan atau rekonstruksi. Ia memastikan seluruh layanan dalam program ini diberikan secara gratis.

“Ini 100 persen gratis. Program ini merupakan kolaborasi kemanusiaan, di mana rumah sakit juga memberikan dukungan penuh tanpa membebankan biaya kepada pasien,” tegasnya.

Salah satu orang tua pasien, Rima bersama suaminya Sholeh, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Anak mereka, Elsanum, yang kini berusia sekitar satu tahun dua minggu telah menjalani operasi pertama saat usia tiga bulan dua minggu melalui program Smile Train.

“Kami pertama tahu dari Instagram. Prosesnya ternyata tidak sulit, cukup kirim foto anak lalu dijadwalkan operasi. Semuanya gratis,” ujar Rima.

Ia menjelaskan, proses operasi berjalan cepat tanpa harus rawat inap lama. “Waktu itu langsung operasi dan pulang. Kami sangat terbantu, apalagi biaya bukan hal yang kecil bagi kami,” katanya.

Adapun syarat untuk mengikuti program ini relatif sederhana, yakni pasien merupakan penderita sumbing, dalam kondisi sehat setelah melalui proses skrining, serta didampingi orang tua atau keluarga. Untuk administrasi lainnya tidak menjadi kendala.

Sementara itu, Direktur RS Hermina Galaxy, dr. Hardimas, menegaskan kesiapan pihak rumah sakit dalam memberikan layanan berstandar tinggi bagi masyarakat.

“Kami menyediakan fasilitas dan tenaga medis profesional untuk memastikan setiap tindakan berjalan aman dan optimal. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam membantu anak-anak mendapatkan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Penanganan pasien sumbing di RS Hermina Galaxy juga melibatkan berbagai tenaga medis lintas disiplin, mulai dari dokter anak, ahli gizi, hingga dokter gigi dan spesialis bedah plastik, guna memastikan proses pemulihan berjalan maksimal dan berkelanjutan.. (rez)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |