Beranda Berita Utama Sempat Dirawat, Satu Korban Kebakaran SPBE Cimuning Meninggal
Garis polisi terpasang di bangunan rumah terdampak kebakaran SPBE di Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Satu korban kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, meninggal dunia. Korban sempat menjalani perawatan intensif beberapa hari akibat luka bakar sekitar 90 persen setelah kejadian pada Rabu (1/4) malam.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, membenarkan kabar duka tersebut. Korban meninggal merupakan security SPBE.
“Kemarin kami berduka cita meninggalnya satu orang yang bernama Suyadi, dia merupakan security,” kata Bobihoe, Senin (6/4).
Menurutnya, korban meninggal pada Minggu (5/4) dan telah dimakamkan. Ia menyebut, keluarga korban akan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan karena korban terdaftar sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut.
“Langsung di kubur tadi malam dan insya Allah akan mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan,” kata Bobihoe.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menjelaskan korban mengalami luka bakar sekitar 90 persen karena berada dekat dengan titik kebakaran.
“Karena memang posisi dia memang dekat sekali dengan lokasi kebakaran. Dia kan security, setelah itu memang tingkat keparahan itu kan dia kemarin juga udah 90 persen,” jelasnya.
Menurut Satia, tim medis telah berupaya maksimal dalam memberikan penanganan. Namun kondisi luka bakar yang sangat berat membuat nyawa korban tidak tertolong.
Korban sempat menjalani perawatan intensif di dua fasilitas kesehatan. Pertama di RS Unimedika Setu, kemudian dirujuk ke RS Primaya Bekasi Timur.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Ya mungkin pengaruh memang luka bakar yang terlalu berat. Usia kan juga sudah 62 tahun,” tuturnya.
Sementara itu, korban lain masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi. Dari total 22 korban, tiga orang telah diperbolehkan pulang karena luka ringan.
“Yang sudah pulang tiga dan semua insya Allah sih bisa terkontrol ya,” ungkapnya.
Adapun korban yang masih dirawat tersebar di beberapa rumah sakit, seperti RSUD Kota Bekasi, RS Arafik, dan RS Primaya Bekasi Timur.
“Ada tersebar di beberapa rumah sakit juga. Masih ada di RSUD Kota Bekasi, di Arafik juga masih ada. Kemudian di Primaya Timur,” katanya.
Satia memastikan seluruh korban dalam kondisi terpantau dan mendapatkan penanganan medis yang optimal.
“Jadi semua dalam kondisi. Alhamdulillah ya, masih terkontrol,” pungkasnya. (rez)

12 hours ago
11

















































