Puasa Ramadan Malah Bikin Gemuk? Ini 6 Kesalahan Pola Makan yang Sering Terjadi

19 hours ago 18

Beranda Ramadan Puasa Ramadan Malah Bikin Gemuk? Ini 6 Kesalahan Pola Makan yang Sering Terjadi

Penyebab Berat Badan Naik Selama Ramadan. Foto: Freepik

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Banyak orang berharap berat badan turun selama Ramadan karena waktu makan menjadi terbatas. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang justru mengalami kenaikan berat badan. 

Hal ini biasanya terjadi karena pola makan kurang terkontrol, pilihan menu tidak sehat, serta minimnya aktivitas fisik selama berpuasa.

Dilansir dari GWS Medika pada Jumat (20/2/2026), kebiasaan makan yang tidak tepat selama Ramadan justru dapat memicu peningkatan berat badan, meski frekuensi makan berkurang. 

Berikut beberapa penyebab tersembunyi yang perlu diperhatikan agar puasa tetap menyehatkan sekaligus menjaga berat badan ideal.

1. Terlalu Banyak Minuman Manis

Berbuka puasa identik dengan minuman manis seperti es buah, cendol, atau sirup. Konsumsi gula berlebihan bisa meningkatkan berat badan, memicu lonjakan gula darah, dan membuat tubuh cepat lemas kembali. Sebagai alternatif, pilih jus buah tanpa gula tambahan, infused water, atau air kelapa alami yang menyegarkan sekaligus menyehatkan.

2. Makan Berlebihan Saat Berbuka

Setelah seharian menahan lapar, godaan untuk makan porsi besar sulit dihindari. Padahal, makan berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, perut kembung, dan penumpukan kalori. 

Disarankan berbuka dengan porsi wajar dan langsung konsumsi makanan bergizi seimbang: serat, protein sehat, dan karbohidrat kompleks agar rasa kenyang lebih tahan lama.

3. Melewatkan Sahur

Sahur penting sebagai sumber energi sepanjang hari. Melewatkan sahur membuat tubuh lebih lapar sehingga berisiko makan berlebihan saat berbuka.
Menu sahur ideal:

  • Karbohidrat kompleks: oatmeal, nasi merah
  • Protein: telur, kacang-kacangan
  • Lemak sehat: alpukat, biji-bijian

Kombinasi ini menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.

Baca Juga: Sejarah dan Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan 2026 yang Wajib Diketahui

4. Kurang Asupan Cairan (Dehidrasi)

Minum banyak sekaligus saat sahur tidak efektif mencegah dehidrasi. Tubuh butuh cairan secara bertahap:

  • 2 gelas saat berbuka
  • 4 gelas di antara berbuka dan sahur
  • 2 gelas saat sahur

Hindari minuman berkafein karena dapat meningkatkan kehilangan cairan.

5. Minim Aktivitas Fisik

Banyak orang mengurangi aktivitas saat puasa. Padahal, kurang bergerak dapat memperlambat metabolisme dan memicu kenaikan berat badan. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga tetap dianjurkan, terutama 15–45 menit setelah berbuka agar tubuh tetap aktif tanpa mengganggu pencernaan.

6. Terlalu Sering Mengonsumsi Gorengan

Gorengan tinggi lemak dan kalori serta sulit dicerna setelah perut kosong seharian. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan berat badan dan gangguan pencernaan. 

Sebagai pengganti, pilih makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan yang memberi rasa kenyang lebih lama.

Kenaikan berat badan selama Ramadan bukan karena puasa itu sendiri, melainkan akibat kebiasaan makan kurang tepat dan gaya hidup tidak seimbang. 

Dengan mengontrol asupan gula, menjaga porsi makan, tidak melewatkan sahur, mencukupi cairan, serta tetap aktif bergerak, puasa justru bisa menjadi momen terbaik untuk memperbaiki kesehatan tubuh secara menyeluruh. (ce2)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |