Pemkot Bekasi Berencana Bangun Underpass di Jalan Nonon Sonthanie, Antisipasi Dampak Proyek DDT

9 hours ago 12

Beranda Berita Utama Pemkot Bekasi Berencana Bangun Underpass di Jalan Nonon Sonthanie, Antisipasi Dampak Proyek DDT

Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi berencana membangun underpass di Jalan Nonon Sonthanie, Duren Jaya, Bekasi Timur untuk mengantisipasi dampak proyek double-double track (DDT) atau jalur ganda-ganda kereta api.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan pembangunan di kawasan tersebut kini menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Saat ini perbaikan yang jadi prioritas masih di Jalan Nonon, underpass,” ujar Idi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (25/5).

Pasalnya, Idi menyebut rencana itu dilakukan untuk mengantisipasi dampak proyek double-double track (DDT) atau jalur ganda-ganda kereta api, yang saat ini sedang digaungkan pasca insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Dengan adanya rencana tersebut, ke depannya seluruh perlintasan sebidang di wilayah Kota Bekasi diproyeksikan bakal ditutup secara bertahap. Kebijakan ini diambil sejalan dengan terus meningkatnya intensitas perjalanan kereta api.

“Karena memang kan ke depan tantangan kita nomor satu kan dampak dari double-double track ya. Karena ke depan tuh semua perlintasan sebidang harus tutup karena keretanya padat. Makanya kita harus bikin flyover, underpass, dan frontage di sekitar rel,” jelas Idi.

Ia mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan pembangunan badan jalan untuk tahap awal pengerjaan proyek. Ia menuturkan koordinasi penertiban bangunan liar di sekitar lokasi, hingga saat ini juga masih dilakukan untuk kelancaran proyek tersebut.

“Kita baru bikin badan jalannya dulu, dan kita juga masih koordinasi penertiban bangunan liar di Jalan Nonon underpass. Nanti kita bikin satu underpass lagi,” pungkasnya.

Sementara, Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, menegaskan tragedi di Stasiun Bekasi Timur harus menjadi momentum untuk mempercepat kebijakan pembangunan DDT, khususnya pada lintasan yang melayani perjalanan komuter dan antarkota secara bersamaan.

Menurutnya, selama jalur KRL dan kereta jarak jauh masih berbagi lintasan yang sama, potensi gangguan dan kecelakaan akan tetap tinggi.

“Momentum ini harus kita gunakan untuk mempercepat DDT. Jalur kereta komuter dan kereta jarak jauh wajib dipisah agar sistem operasi lebih aman dan tidak saling mengganggu,” ujar Sudjatmiko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, belum lama ini, dikutip dari laman DPR RI.

Lebih jauh ia menjelaskan, pembangunan DDT saat ini baru menjangkau Stasiun Bekasi. Menurutnya, jalur komuter dan kereta antarkota idealnya dipisahkan secara penuh agar masing-masing moda tidak saling bersinggungan. (zak)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |