Beranda Berita Utama Pedagang di Kemang Pratama Bekasi Tak Bisa Berjualan Gara-gara Gerobaknya Diduga Dijual Jukir
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dewi, pedagang di kawasan Kemang Pratama, Kota Bekasi, tidak bisa berjualan karena gerobak dagangannya hilang diduga dijual oleh juru parkir (jukir) liar di kawasan tersebut.
Keponakannya, Nadiyah, menuturkan bahwa tantenya mendapat kabar dari warga sekitar Kemang Pratama bahwa dua gerobak mie ayam dan sate kikil diangkut oleh dua jukir liar di kawasan tersebut. Mendapatkan informasi itu, Dewi langsung mengecek ke lokasi gerobak.
“Minggu, 29 Maret 2026 tante saya langsung cek ke lokasi gerobak (belakang kampus Gundar J4) tapi gerobaknya udah nggak ada,” ujar Nadiyah melalui unggahan di akun Instagramnya @nadiyahpr.
Dua hari kemudian, Selasa, 31 Maret 2026, Dewi baru bertemu dengan kedua jukir liar tersebut. Salahsatu jukir mengaku telah menjual gerobak dagangan milik Dewi.
“Yang baju pink (dalam video,red) bilang kalau gerobaknya udah dijual ke orang. Tante saya nggak tau apa-apa soal gerobaknya mau dijual sepihak, jelas tante saya langsung marah,” tuturnya.
Menurut Nadiyah, seorang jukir sempat berjanji akan menyerahkan hasil penjualan senilai Rp 1 juta pada 3 April 2026. Namun, hingga kini uang itu belum diterima.
Akibat kejadian ini, Dewi diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp3,5 juta, terdiri dari gas, meja lipat, dan bangku senilai sekitar Rp500 ribu, serta dua gerobak dagang mie ayam dan sate kikil sekitar Rp3 juta.
“Tante saya cuma mau uangnya bisa balik aja. Tante saya nggam bisa dagang sampai saat ini gara-gara dua jukir liar ini,” katanya. (oke)

4 hours ago
8

















































