Beranda Ramadan Panduan Lengkap Mandi Wajib Setelah Haid di Bulan Puasa: Niat, Urutan, dan Doa Setelah Wudhu
Ilustrasi/Doa dan Niat Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap Arab, Latin, dan Artinya. Foto: Freepik
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Dalam ajaran Islam, perempuan yang sedang haid atau menstruasi tidak diperbolehkan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Hal ini karena haid termasuk dalam kategori hadats besar, yakni kondisi tidak suci secara jasmani yang menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah tertentu, termasuk puasa dan salat.
Larangan ini bukan tanpa dasar. Dalam fikih Islam, puasa yang tetap dijalankan saat haid dianggap tidak sah dan hukumnya haram. Oleh karena itu, perempuan yang mengalami haid di bulan Ramadan diwajibkan untuk mengganti (qadha) puasanya di hari lain setelah Ramadan berakhir.
Ketentuan ini merupakan bagian dari keringanan (rukhsah) yang diberikan Allah SWT kepada perempuan, mengingat kondisi fisik saat menstruasi yang sering kali melemahkan tubuh.
Pentingnya Mandi Wajib Setelah Haid
Setelah masa haid selesai, seorang perempuan diwajibkan melakukan mandi wajib (ghusl) untuk menghilangkan hadats besar sebelum kembali menjalankan ibadah seperti salat dan puasa.
Mandi wajib bukan sekadar membersihkan tubuh secara fisik, tetapi juga merupakan bentuk penyucian diri secara syariat agar kembali dalam keadaan suci.
Niat Mandi Wajib Setelah Haid
Berikut bacaan niat mandi wajib dalam Bahasa Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى
Arab-Latin:
Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari minal haidil fardhal lillahi ta’ala.
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Niat ini dibaca dalam hati sebelum mulai melaksanakan mandi wajib.
Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid
Berikut urutan mandi wajib sesuai tuntunan syariat Islam:
- Membaca niat mandi wajib.
- Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh lain seperti dubur, pusar, sela-sela kaki, dan ketiak menggunakan tangan kiri.
- Mencuci kedua tangan kembali (boleh dengan air saja atau sabun).
- Berwudhu sebagaimana wudhu untuk salat.
- Mengguyur kepala sebanyak tiga kali hingga air merata sampai ke akar rambut.
- Menyiram seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai dari sisi kanan lalu kiri, memastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat.
Baca Juga: Puasa Ramadan Malah Bikin Gemuk? Ini 6 Kesalahan Pola Makan yang Sering Terjadi
Dalam praktiknya, air harus benar-benar merata ke seluruh tubuh, termasuk lipatan-lipatan kulit dan sela-sela rambut.
Doa Setelah Wudhu
Setelah mandi wajib, dianjurkan untuk berwudhu secara sempurna dan membaca doa setelah wudhu berikut ini:
اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له، واشهد ان محمدا عبده ورسوله، اللهم اجعلني من التوابين، واجعلني من المتطهرين
Arab-Latin:
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mensucikan diri.”
Perempuan yang sedang haid tidak diperbolehkan berpuasa karena kondisi tersebut termasuk hadats besar. Puasa yang dilakukan saat haid tidak sah dan harus diganti di kemudian hari.
Setelah haid berakhir, mandi wajib menjadi syarat utama untuk kembali menjalankan ibadah. Dengan memahami hukum dan tata caranya secara benar, seorang muslimah dapat menjalankan ibadah dengan tenang, sah, dan sesuai tuntunan syariat. (ce2)

21 hours ago
15

















































