Beranda Entertainment Nama Dwi Sesatyaningtyas Disentil, Tasya Kamila Pamer Laporan Masa Bakti LPDP: Izin Laporan, Bos!
Tasya Kamila Beberkan Kontribusinya untuk Indonesia. Foto: Instagram
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Nama Dwi Sesatyaningtyas belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah mengunggah video yang menyebut putra keduanya telah memperoleh kewarganegaraan Inggris.
Unggahan tersebut viral dan memicu beragam reaksi warganet. Tak sedikit yang melayangkan kritik, terutama setelah diketahui bahwa Dwi merupakan alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Sorotan publik mengarah pada isu komitmen pengabdian alumni LPDP terhadap Indonesia. Di tengah perdebatan tersebut, nama Tasya Kamila ikut mencuat. Mantan artis cilik yang juga merupakan awardee LPDP itu mengunggah laporan kontribusinya selama menjalani masa bakti sebagai penerima beasiswa.
Melalui akun Instagram pribadinya, Tasya membagikan perjalanan studinya sebagai penerima beasiswa LPDP jenjang S2 di Columbia University, Amerika Serikat.
Dalam unggahannya, ia menyampaikan rasa terima kasih sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi Tanah Air.
“Izin laporan, boss! Terima kasih @lpdp_ri atas kepercayaan. Alhamdulillah telah selesai masa bakti. Bismillah, jangan lelah mencintai negeri. Kita semua punya tempat untuk berkontribusi,” tulis Tasya.
Ia juga menyadari bahwa masyarakat berhak mempertanyakan kontribusi para awardee LPDP. Menurutnya, sebagai sesama pembayar pajak, publik tentu ingin mengetahui sejauh mana investasi negara melalui APBN di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia memberikan dampak nyata bagi bangsa.
“Untuk itu, izinkan aku melaporkan apa saja yang sudah kulakukan selama periode masa bakti LPDP dalam berkontribusi pada bangsa,” lanjutnya.
Baca Juga: Jadwal Pernikahan Virgoun Bocor, Benarkah Mantan Inara Rusli Bakal Menikah 26 Februari 2026?
Selama menempuh studi, Tasya tercatat aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB, yakni Sustainable Development Solutions Network – Youth (SDSN Youth), di mana ia mewakili Pemuda Indonesia dalam berbagai forum global terkait pembangunan berkelanjutan.
Tak hanya itu, Tasya juga memanfaatkan sumber daya akademik yang tersedia di Columbia University untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek tersebut bertujuan mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan kemandirian energi di tingkat desa.
Ibu dua anak ini juga sempat menjalani program magang di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna memperdalam pemahaman mengenai kebijakan energi baru dan terbarukan di Indonesia.
Di akhir pernyataannya, Tasya menegaskan bahwa LPDP tidak secara eksplisit mengatur bentuk kontribusi yang harus diberikan awardee selama masa bakti. Menurutnya, setiap penerima beasiswa memiliki kapasitas dan cara masing-masing dalam memberi dampak bagi Indonesia.
“Menurutku, LPDP percaya bahwa awardee-nya memiliki cara dan kapasitasnya masing-masing untuk berkontribusi,” pungkasnya.
Unggahan Tasya pun menuai respons positif dari banyak warganet yang menilai transparansi tersebut sebagai bentuk akuntabilitas moral kepada publik. (ce2)

20 hours ago
11

















































