Beranda Pendidikan Lima Kelompok Siswa Paling Rentan Diincar Pelaku Perundungan, Begini Jurus Mendikdasmen Cegah Bullying Sekolah
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan aksi perundungan (bullying) di sekolah masih mengintai anak-anak di ruang publik dan lingkungan sekolah.
Mu’ti memetakan, sedikitnya lima kelompok siswa paling rentan mengalami perundungan di sekolah. Pertama, murid yang secara fisik dianggap lebih lemah, termasuk anak berkebutuhan khusus. Kedua, murid perempuan.
Ketiga, murid dari keluarga tidak mampu, pasalnya ia menyebut terkadang cara berpakaian atau penampilan fisik cenderung menjadi bahan perundungan.
Keempat siswa dengan capaian nilai akademik rendah sehingga sering menimbulkan aksi olok-olok dari teman lainnya. Kelima, siswa dengan kondisi fisik yang berbeda dengan siswa lainnya.
”Kita harus melihat sebuah realitas di mana sekolah memang sekarang belum menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita. Berbagai bentuk perundungan masih terus terjadi dan bahkan kalau kita lihat ragam perundungannya dan pelakunya juga semakin beragam,” ujar Abdul Mu’ti dikutip dari JawaPos di Bekasi, Kamis (28/5/2026).
BACA JUGA: Hari Anti Perundungan Sedunia Jadi Momentum Tekan Bullying
Persoalan perundungan tersebut, kata dia, kini menjadi perhatian serius pemerintah. Sejumlah langkah pun mulai ditempuh untuk menekan kasus bullying di lingkungan pendidikan.
Upaya itu di antaranya melalui penerbitan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang sekolah aman dan nyaman. Selain itu, pendekatan di sekolah juga diarahkan lebih humanis dan tidak lagi mengedepankan hukuman bernuansa kekerasan.
Lebih jauh Mu’ti mengatakan, pihaknya menggandeng berbagai unsur terkait guna memperkuat pencegahan perundungan agar lingkungan sekolah dapat menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. (zak)

7 hours ago
17

















































