IMIP Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Sekitar 14 Ribu Warga Morowali Bekerja di Kawasan Industri

21 hours ago 8

MOROWALI, Sulawesi Tengah– PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus menegaskan komitmennya dalam membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat lokal. Di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri nikel terbesar di Indonesia itu, perusahaan memastikan putra-putri daerah tetap menjadi prioritas utama dalam perekrutan tenaga kerja.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar, saat menggelar Media Gathering IMIP 2026 bersama sejumlah wartawan Morowali dengan mengusung tema "Memperkuat Kolaborasi Media dan Industri untuk Informasi yang Berkualitas", yang berlangsung di Resto Baa Ipi, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Senin (27/7/2026).

Dalam paparannya, Emilia menjelaskan bahwa hingga saat ini jumlah tenaga kerja yang bekerja di kawasan IMIP telah mencapai lebih dari 90 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen merupakan tenaga kerja asal Sulawesi Tengah, yang sebagian besarnya berasal dari Kabupaten Morowali.

Ia menyebutkan, sekitar 14 ribu tenaga kerja, atau kurang lebih 15 persen dari total tenaga kerja di kawasan IMIP, merupakan masyarakat Morowali.

"Kami menjadikan anak-anak lokal sebagai skala prioritas untuk menjadi tenaga kerja. Itu adalah komitmen kami sejak awal, " ujar Emilia.

Meski demikian, menurutnya, peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kualitas sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Emilia mengungkapkan masih terdapat lulusan pencari kerja yang tingkat pendidikannya berada di bawah jenjang SMA, sehingga kompetensi yang dimiliki belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang dibutuhkan dunia industri modern.

Namun kondisi tersebut, kata dia, tidak membuat perusahaan menyerah. Sebaliknya, IMIP terus berupaya menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar generasi muda Morowali memiliki daya saing yang lebih baik.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mendirikan Politeknik Industri di kawasan IMIP. Kehadiran lembaga pendidikan vokasi tersebut diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri sekaligus membuka peluang lebih besar bagi masyarakat lokal untuk bekerja di kawasan industri.

"Politeknik Industri sesungguhnya dibangun untuk meningkatkan skill anak-anak daerah. Skala prioritasnya memang untuk putra-putri Morowali. Namun kami juga menyadari bahwa harapan itu belum berjalan sepenuhnya sesuai yang diinginkan. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua agar cita-cita tersebut benar-benar dapat terwujud, " jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab perusahaan semata. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dan sektor industri agar lulusan-lulusan daerah mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Dalam kesempatan itu, Emilia juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis perusahaan dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik antara perusahaan dan insan pers menjadi salah satu kunci untuk membangun kepercayaan publik.

Karena itu, ia berharap kegiatan Media Gathering seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai ruang dialog dan pertukaran informasi antara perusahaan dengan para jurnalis.

"Harapan kami, ke depan kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Melalui pertemuan ini, teman-teman wartawan dapat memperoleh informasi secara langsung dari perusahaan maupun dari kondisi di lapangan, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat semakin berkualitas dan berimbang, " pungkas Emilia, yang turut didampingi staf dan jajarannya.

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |