Beranda Metropolis Hemat Energi, Satpol PP dan Disdamkarmat Kota Bekasi Atur Skema WFH
EVAKUASI: Petugas Disdamkarmat berhasil mengevakuasi dua ekor buaya muara dari sebuah rumah di kawasan Bintara 9 Bekasi Barat Kota Bekasi, Rabu (26/2). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai merumuskan skema work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, khususnya bagi aparatur pelaksana teknis. Kebijakan ini diterapkan setiap Rabu mulai awal April 2026 sebagai upaya efisiensi energi, khususnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Nesan Sujana, mengatakan pihaknya tengah menyusun skema WFH hingga 50 persen untuk pegawai bagian administrasi. Skema tersebut akan dibarengi dengan penghematan listrik hingga efektivitas penggunaan ruangan kantor.
“Kita jadwalkan untuk di Satpol-PP ini mungkin antara 35 sampai 50 persen yang akan kita lakukan WFH di setiap Rabu. Termasuk juga nanti bagaimana penggunaan ruangan, listrik yang hidup dan lain sebagainya ini juga akan kita atur,” ungkap Nesan, Minggu (29/3).
Satpol PP juga akan mengoptimalkan sistem surat-menyurat berbasis digital. Sementara itu, pola kerja di lapangan, termasuk patroli, akan disesuaikan dengan mengefektifkan jejaring komunikasi.
“Sekaligus untuk patroli di wilayah dan segala macam ini akan kita lakukan penyesuaian terhadap penggunaan kendaraannya, kita lebih mengefektifkan lewat jejaring komunikasi, sehingga saat ada kejadian kita bisa cepat,” katanyam
Saat ini, Satpol PP Kota Bekasi memiliki 678 aparatur yang didukung 1.734 anggota perlindungan masyarakat (Linmas) dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.
Kebijakan serupa juga diterapkan di perangkat daerah lain yang memiliki fungsi teknis, seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi.
Plt Kepala Disdamkarmat, Heryanto meyakini skema WFH tidak mengganggu kinerja penyelamatan dan pemadaman di lingkungan Kota Bekasi. Selama ini kata dia, Disdamkarmat telah menjalankan skema tersebut pada momentum-momentum hari besar, seperti Idulfitri.
“Kita mengikuti arahan pemerintah untuk efisiensi dan segala macam. Kita bisa lakukan kerja dimanapun, tapi tentunya untuk pasukan pemadaman dan penyelamatan itu tidak ada WFH,” ucapnya.
Selama ini, Disdamkarmat disebut telah terbiasa untuk membagi waktu tugas bagi aparatur di lapangan pada momentum hari besar. (sur)

5 hours ago
9

















































