Beranda Cikarang BUMDes Cikahuripan Setu Gerakkan Ekonomi lewat Penggemukan Sapi
KETAHANAN PANGAN DESA: Karma membersihkan sapi ternak di Desa Kertarahayu, Setu, Kamis (12/2). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Di tengah tantangan ekonomi pedesaan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikahuripan, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, hadir dengan langkah nyata.
Melalui unit usaha penggemukan sapi, mereka tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda desa.
Kolaborasi pengusaha sapi lokal dengan Bumdes ini dimulai sejak 2023. Program ini menjadi oase bagi lulusan sekolah setempat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Saat ini, tiga pemuda lokal yang sempat menganggur kini diberdayakan penuh dalam operasional harian peternakan.
“Kami ingin BUMDes ini menjadi mesin penggerak ekonomi. Tenaga kerja yang ada saat ini adalah tiga orang anak muda sini yang baru lulus sekolah dan sempat menganggur. Di sini mereka belajar cara beternak yang profesional,” ucap Ketua Ternak Bumdes Cikahuripan, Karma, kepada Radar Bekasi, Kamis (11/2).
Langkah ini membuktikan sektor agribisnis desa mampu menyerap tenaga kerja produktif jika dikelola serius. Menjelang Iduladha, BUMDes Cikahuripan menyiapkan stok sapi yang variatif. Sebanyak 17 ekor sapi dari ras unggulan seperti Limosin, Marlboro, Peranakan Ongol (PO), Pegon, hingga Gama telah memenuhi standar layak jual.
Sapi-sapi tersebut dipersiapkan khusus untuk momen Iduladha. Proses penggemukan dilakukan secara teliti sejak usia kurang lebih satu tahun dan dirawat selama 10 bulan hingga siap dijual.
“Kami menawarkan harga yang kompetitif, mulai dari Rp20 juta hingga yang paling premium mencapai Rp45 juta per ekor. Bobotnya pun beragam, mulai dari 300 kg hingga yang terbesar menyentuh 780 kg,” tuturnya.
Kunci keberhasilan, lanjut Karma, terletak pada kedisiplinan perawatan dan nutrisi. Sapi membutuhkan pakan serat kasar tinggi, sehingga satu mobil jerami didatangkan setiap dua hari.
Selain jerami, sapi mendapat ampas tahu, konsentrat, combotan, serta suplemen vitamin dan obat cacing secara rutin. Sanitasi juga menjadi perhatian utama, di mana kandang dibersihkan pagi dan sore untuk mencegah bakteri.
“Perawatan sapi dilakukan secara profesional demi menjaga kualitas ternak sekaligus mendukung ketahanan pangan di desa. Kami juga memastikan kandang dalam kondisi bersih setiap harinya agar sapi tetap sehat dan nyaman,” terang Karma.
Kualitas sapi Desa Kertarahayu kini dikenal luas. Pengirimannya menjangkau wilayah lokal Setu hingga Mampang di Jakarta dan Cirebon. Model bisnis dijalankan transparan melalui kolaborasi dengan Bumdes, dengan sistem bagi hasil yang adil.
“Kami berkolaborasi dengan sistem bagi hasil keuntungan. Persentasenya dibagi rata, yaitu 50 – 50. Dengan sistem ini, ada semangat kebersamaan untuk memajukan usaha desa karena semua pihak merasakan manfaatnya secara langsung,” pungkas Karma. (ris)

1 day ago
14
















































