BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang Pererat Silatrahmi dengan Perbankan untuk Optimalkan Program

3 hours ago 5

Beranda Bisnis BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang Pererat Silatrahmi dengan Perbankan untuk Optimalkan Program

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang, Muhyiddin Dj (kedua dari kiri), Branch Manager Bank Mandiri Cabang Cikarang Jababeka, Ulul Azmi (kiri), didampingi masing-masing jajarannya foto bersama usai buka puasa bersama di Luasa Cafe & Bakery Jababeka, Selasa (10/3). FOTO: EKO ISKANDAR/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang berupaya mempererat silaturahmi dengan pemangku kepentingan, salahsatunya sektor perbankan guna mengoptimalkan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Upaya itu dilakukan melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Luasa Cafe & Bakery Jababeka, Selasa (10/3).

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang, Muhyiddin Dj, mengatakan program jaminan sosial ketenagakerjaan tidak mungkin berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Kolaborasi dengan stakeholder seperti perbankan menjadi salahsatu kunci dalam memperluas perlindungan bagi pekerja.

“Pekerjaan kami tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Makanya hari ini kita khususkan untuk bersilaturahmi dengan stakeholder perbankan,” ujar pria yang disapa Indhy ini.

Sejumlah perwakilan perbankan yang hadir antara lain BRI, Bank Mandiri, BJB, BSI, dan BTN. Dalam pertemuan tersebut, membahas optimalisasi program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui dukungan perbankan, khususnya BTN dan BJB yang ditunjuk pemerintah sebagai mitra program tersebut.

Program MLT merupakan fasilitas pembiayaan perumahan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan skema bunga yang lebih ringan. Sepanjang 2025 lalu, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang merekomendasikan 38 peserta untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dan seluruhnya disetujui oleh pihak bank.

“Tahun lalu ada 38 peserta MLT yang kita rekomendasikan dan diapprove oleh bank. Tahun ini kita mencoba supayaa angkanya lebih besar dari tahun kemarin, mudah-mudahan bisa dapat 50 sampai 100,” tutur Indhy.

Selain membahas MLT, pertemuan tersebut juga membahas upaya penguatan perlindungan jaminan sosial bagi pelaku usaha mikro yang mengakses program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi nasabah Bank Mandiri, BRI, dan BSI.

Menurut Indhy, pemerintah telah mendorong agar nasabah KUR turut terdaftar sebagai peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Permenko PMK).

“Nah untuk perbankan lainnya kita juga ada arahan untuk penguatan peserta KUR. Jadi nasabah-nasabah yang pengajuan KUR ke perbankan itu diharapkan melekat perlindungan jaminan sosialnya,” tuturnya.

BPJS Ketenagakerjaan bersama perbankan juga mengevaluasi berbagai kendala teknis yang kerap muncul di lapangan, mulai dari proses administrasi hingga persyaratan perbankan yang harus dipenuhi peserta. Diskusi tersebut diharapkan dapat menghasilkan pola kerja yang lebih efektif sehingga ke depan perlindungan jaminan sosial dapat lebih mudah melekat pada berbagai layanan keuangan yang diakses masyarakat.

Adapun untuk program MLT, Indhy menjelaskan bahwa mekanisme pembiayaan sepenuhnya tetap mengikuti proses perbankan. BPJS Ketenagakerjaan berperan memberikan subsidi bunga serta memastikan skema pembiayaan sesuai dengan ketentuan program.

“Kita hanya memberikan subsidi bunga saja kemudian mengatur bunga harus sesuai ketentuan MLT,” pungkasnya.

Sementara itu, Branch Manager Bank Mandiri Cabang Cikarang Jababeka, Ulul Azmi, mengatakan berbagai program BPJS Ketenagakerjaan seperti Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, hingga Jaminan Kehilangan Pekerjaan telah dirasakan manfaatnya oleh nasabah Bank Mandiri, khususnya di sektor usaha mikro dan kecil.

“Kalau programnya, Mandiri sudah full rasanya. BPJS sudah support nasabah-nasabah kita yang mikro, usaha kecil. Ketika ada kendala, kami juga bisa saling berdiskusi dan mencari solusi bersama,” ujarnya.

Azmi mengungkapkan, menilai hubungan kerja sama antara Bank Mandiri dan BPJS Ketenagakerjaan selama ini berjalan cukup baik. Ke depan, ia berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat.

“Sejauh ini sudah cukup baik, komunikasi kita sudah cukup bagus. Semoga kita bisa saling support aja ke depannya, makin tambah oke. Mandiri oke, BPJS TK juga makin oke,” pungkasnya. (oke)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |