Beranda Ramadan Bau Mulut Saat Puasa? Lakukan 5 Tips Ini Agar Napas Tetap Fresh
Ilustrasi Bau Mulut/Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa. Foto: Freepik
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Menjalani ibadah puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Ada tantangan lain yang kerap muncul, yakni bau mulut. Kondisi ini umum terjadi karena selama berjam-jam tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun minuman, sehingga rongga mulut menjadi kering.
Saat mulut kekurangan cairan, produksi air liur ikut menurun. Padahal, air liur memiliki peran penting dalam mengontrol pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Jika jumlahnya berkurang, bakteri akan berkembang lebih cepat dan menghasilkan gas yang memicu bau tidak sedap.
Meski wajar terjadi, bau mulut saat puasa tetap bisa dicegah. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda terapkan agar tetap segar dan percaya diri sepanjang hari.
1. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Konsumsi air putih yang cukup membantu menjaga produksi air liur tetap optimal. Idealnya, kebutuhan cairan harian sebanyak delapan gelas tetap dipenuhi, baik saat berpuasa maupun tidak.
Selama Ramadan, Anda bisa membaginya dengan pola:
2 gelas saat sahur
2 gelas setelah berbuka
4 gelas sebelum tidur
Asupan cairan yang cukup bukan hanya mencegah bau mulut, tetapi juga membantu tubuh terhindar dari dehidrasi.
2. Rutin Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut
Langkah paling utama adalah menjaga kebersihan rongga mulut secara konsisten. Sikat gigi setidaknya dua kali sehari, yakni setelah sahur dan setelah berbuka puasa.
Gunakan sikat berbulu halus serta pasta gigi yang mengandung fluoride agar kebersihan dan kesehatan gigi tetap terjaga. Selain menyikat gigi, jangan lupa membersihkan permukaan lidah dengan alat pembersih khusus karena bakteri juga banyak menempel di area tersebut.
Baca Juga: Larangan Puasa Ramadan Pernah Terjadi di 3 Negara Ini, Kenapa?
Agar lebih maksimal, gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi. Setelah itu, berkumurlah dengan obat kumur bebas alkohol. Hindari produk yang mengandung alkohol karena justru dapat membuat mulut semakin kering.
3. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayuran
Buah dan sayuran kaya akan vitamin, mineral, antioksidan, serta kandungan air yang tinggi. Nutrisi tersebut membantu merangsang produksi air liur sekaligus menjaga kesehatan mulut.
Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan seledri sangat baik dikonsumsi saat sahur maupun berbuka. Dengan produksi air liur yang cukup, pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut dapat ditekan.
4. Hentikan Kebiasaan Merokok
Merokok menjadi salah satu penyebab utama bau mulut. Kandungan tembakau aktif dalam rokok dapat meninggalkan aroma tak sedap sekaligus mengurangi produksi air liur.
Tak hanya itu, kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko radang gusi. Gusi yang meradang dapat menimbulkan nyeri dan memperparah bau mulut, sehingga mengganggu kenyamanan saat berpuasa.
5. Batasi Makanan Manis dan Beraroma Tajam
Makanan dengan aroma menyengat seperti petai atau jengkol sebaiknya dihindari saat sahur karena dapat memperparah bau napas sepanjang hari.
Selain itu, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga perlu dibatasi. Gula dapat menjadi “makanan” bagi bakteri di mulut sehingga mempercepat timbulnya bau tidak sedap. (ce2)

19 hours ago
15

















































